Selasa, 31 Oktober 2017

Sampan Jiwa


Judul: Sampan Jiwa
Penulis: Ahmad Iqbal
Dimensi: 126 hal; 12x18cm
Penerbit: JagadPress bekerjasama
dengan Komunitas Sodro Semarang
Harga: Rp100.000,-

SOLD OUT

Terbitnya buku Sampan Jiwa adalah bagaikan sebuah hajatan besar dimana acara ini mengundang tamu-tamu spesial, khususnya orang yang pembaca yang mulai menyadari kegoyahan eksistensi dirinya di dunia yang sering dikemukakan sebagai term pencarian dalam dunia sufi: aku siapa? Aku di dunia ini untuk apa? Dan kelak akan kemana? Dimana pertanyaan ini tidak akan bisa dijawab oleh institusi formal apapun di dunia ini kecuali menggunakan sebenar-benar fungsi akal yaitu untuk melakukan research, invention, discovery terhadap ruhaninya.

Kita sama-sama tahu. Hidup di dunia berbekal akal saja tidak cukup. Akal sendiri hanya punya 3 batas pengertian: ada, tiada, dan posibilitas ada atau tiada sehingga akan mentok pada A, B, atau A/B sehingga berakibat membuat seseorang menjadi kaku dan kering hidupnya. Kita butuh oase untuk jiwa agar menyegarkan rasa. Einstein pernah berkata: “Logic takes you from a to b. imagination takes you everywhere”.Ruhani kita butuh mengembara.

Imaji Iqbal sudah lama berkelana di gurun pasir akal dan mulai menemukan titik-titik oase jiwa ini. Dia barangkali belum sempat mereguk air ini dalam-dalam tetapi sudah beri’tikad baik untuk itsar, membaginya kepada pembaca. Mengutamakan orang lain adalah pertanda rasa cinta kasih Illahi. Sebagaimana satu fragmen di perang Yarmuk yang terkenal:

Dari Abdullah bin Mush’ab Az Zubaidi dan Hubaib bin Abi Tsabit, keduanya menceritakan, “Telah syahid pada perang Yarmuk al-Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amr. Mereka ketika itu akan diberi minum, sedangkan mereka dalam keadaan kritis, namun semuanya saling menolak. Ketika salah satu dari mereka akan diberi minum dia berkata, “Berikan dahulu kepada si fulan”, demikian seterusnya sehingga semuanya meninggal dan mereka belum sempat meminum air itu.

Berbagai sumber oase inspirasi yang diambil kita tahu berasal dari sumber yang masyhur seperti puisi-puisi Syeh Jalaluddin Rumi (Turki, Eropa). Iqbal sebagaimana yang saya kenal juga sangat mengagumi Aqidah Sanusiyyah (Tilimsam Aljazair, Afrika) yang sangat indah merangkum akidah Asyariyyah (Iraq &Yaman) dan Maturidiyyah (Mesir, Afrika). Iqbal juga mengagumi Syeh Manshur Al Hallaj (Iran), Ibnul Arabi (Andalus, Spanyol) dan walisongo khususnya Sunan Kalijaga (Jawa). Juga literatur modern lain seperti Emha Ainun Najib, Gus Nuril, maupun Sujiwo Tedjo. Iqbal dalam sumber-sumber ini tentu memilih merdeka dari budaya dan formalitas Arab tapi merdeka dalam berislam.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JagadPress

Penerbit JagadPress adalah lini penerbitan buku-buku Komunitas Santrijagad sebagai wadah literasi santri dan edukasi masyarakat. Buku terbitan JagadPress bisa dipesan melalui nomor kami 085725985723. Atau bisa juga melalui surat elektronik kami.




Pesan Buku via Whatsapp klik:

Pesan Buku via Email

Nama

Email *

Pesan *